Kesulitan

Mengapa kesulitan itu mesti ada ? sebuah pertanyaan yang mungkin kerap kali dilontarkan oleh sebagian orang yang akrab dengannya. Yah sebuah kata yang akan terasa geli dan mengganggu ditelinga mereka. Kesulitan, terkadang hadir di hadapan sekian manusia yang berada dalam kondisi yang tidak menginginkannya, atau bahkan benci dengannya. Mengapa ia datang ketika dirinya dalam situasi turun semangat dan gairahnya untuk menapaki dunia. Kesulitan bak tembok raksasa yang hadir menghimpit dan membatasi ruangnya untuk berkembang dan bergerak menuju kesuksesan yang sedang ia perjuangkan. Kesulitan ibarat teror bagi setiap manusia yang merangkak naik menuju puncak kesuksesan, ia hadir menghempaskan sekian impian dari manusia untuk maju dan berhasil. Tidak sedikit manusia yang bertekuk lutut menyerah kalah dihadapan kesulitan, mereka pasrah dan surut ke kebelakang tidak berani lagi mendongakkan kepala untuk menghadapinya. Mereka ibarat kehabisan kekuatan ketika ia hadir menyergapnya pada perjalanannya menuju keberhasilan.
Kesulitan ibarat batu sandungan yang menyadarkan kita tentang sebuah perjuangan, tanpanya tidak akan lahir kata perjuangan. Perjuangan adalah kata suci yang menggambarkan usaha dan kerja keras untuk menaklukkan sekian macam kesulitan. Kita mengenal pejuang, orang yang mengemban dan melaksanakan perjuangan. Pejuang lahir dari terjangan kesulitan yang telah menerpanya bertubi-tubi. Keberaniannya dalam pergulatan melawan kesulitan itulah yang menjadikan ia dijuluki pejuang. Pejuang tidak dimanjakan kemudahan, namun ia lahir dari kesulitan yang hampir menenggelamkannya. Pejuang terkadang sendirian tatkala sekian manusia telah menyerah kalah dengan kesulitan, ia tampil seorang diri dengan keberanian dan tenaga yang ada untuk menaklukkan keganasan kesulitan.
Jika di dunia ini tidak ada kesulitan, maka niscaya akan terasa hampa dan kejumudan. Akan banyak orang frustasi karena tidak ada tantangan yang berada dihadapannya, karena semua terasa mudah dan nyaman. Maka variasi kehidupan akan terhenti mengalir, yang ada adalah kejumudan yang membawa petaka bagi manusia. Dari kesulitan itupun lahir sekian lapis manusia dengan julukannya, karena kesulitan mampu memilah manusia sesuai dengan kemampuannya dalam menaklukkan dirinya.
Sebenarnya dari kesulitan itulah kita mampu mengenal siapa diri kita, ia akan memberikan gambaran yang jelas tentang siapa kita. Karena ia cermin yang mampu memberikan gambaran utuh tentang kepribadian dan karakter kita. Kesulitan sudah menjadi bayangan yang akan terus melekat kepada manusia yang hidup di dunia ini. Ia tidak akan dapat disingkirkan dalam perjalanan manusia. Kesulitan diciptakan oleh Allah untuk mengetahui hambaNya yang bersyukur dan juga menjelaskan hambaNya yang kufur. Kesulitan juga menjadikan sarana bagi sekian manusia untuk dekat kepada Tuhannya, tatkala semua usaha manusia tidak mampu mengatasi dan menjinakkanya, maka semua manusia secara alami akan menyebut Tuhannya agar diturunkan pertolongan. Itulah hikmah dibalik kesulitan, maka janganlah kita membencinya karena terkadang melalui kehadirannya kita menjadi dekat kepada pencipta kita, melaluinya kita menjadi manusia yang bersyukur.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: