Berhentilah Sejenak Saudaraku

Ibarat musafir yang sedang berjalan menyusuri jalanan yang panjang, semestinya kita berhenti sejenak untuk memeriksa kompas, memastikan perjalanan ini telah sesuai dengan arah yang akan kita tempuh. Mengemas kembali bekal yang tersisa untuk mendukung perjalanan yang akan kita lalui, menyiapkan badan lemah ini untuk siap bergulat dengan kerasnya debu jalanan dan panasnya terik matahari yang membakar kulit. Begitulah saudaraku hidup ini, ibarat sang musafir yang sedang berjalan pelan menyusuri rentang waktu yang terbentang dalam sisa umurnya, kita wajib merenungi makna hidup yang telah kita lalui, menyusunnya rapi untuk masa-masa kedepan. Janganlah kesalahan yang terjadi hanya akan terulang da terus terulang hingga menjadi kesalahan terbesar yang membuat kita terperosok semakin dalam kejurang kehancuran. Kesalahan semestinya menjadi cambuk kecil yang mampu membangunkan kita dari mimpi-mimpi dunia, menyadarkan kita akan fatamorgana indah yang terbentang dan melenakan siapa saja.
Saudaraku, muhasabbah, perenungan dan evaluasi diri adalah pangkal dari semua kesuksesan yang tinggi. Disana kita akan menemukan satu kesadaran yang dalam untuk mengetahui posisi kita yang sebenarnya. Posisi tatkala kita salah, maka dengan segera kita akan belajar dan beranjak untuk memperbaikinya. Posisi tatkala kita benar, maka kita akan termotivasi untuk mempertahankan dan meningkatkannya menuju yang lebih
sempurna. Posisi tatkala kita kalut, maka kita akan segera mencari rujukan dan kembali ke jalur yang semestinya kita tempuh. Dan sederet makna yang sangat berharga untuk kita ambil hikmah dan manfaat dari sebuah renungan dan evalusi diri. Saudaraku, hidup ini terlalu singkat untuk kita permainkan. Ia terlalu berharga untuk dijadikan percobaan segala seuatu yang tidak bermanfaat. Berhentilah sejenak saudaraku, kenali dan tentukan masa depan kalian untuk sampai pada kemuliaan hidup yang hakiki. Kemuliaan hidup didunia dengan bermanfaatnya usia kita untuk orang lain. Kemuliaan hidup akherat, dengan diridhoinya setiap usia kita dari sang pemilik kehidupan yaitu Allah SWT. Semoga saya, anda, dan semua saudaraku yang lain mampu menjadi manusia yang senantiasa mengevaluasi diri untuk berbuat yang lebih baik pada masa yang akan datang.

————–Ditulis oleh Shaifullah, manusia yang selalu rindu akan makna hidup sesungguhnya—————————-

2 Tanggapan

  1. Salam kenal dari kami salafyindonesia.wordpress.com…

  2. sip….lima jempol untuk saudaraku ini.
    fii amanillah akhi…

    kapan balik ke surabaya?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: