Teman Hidup

Dalam barisan kata yang singkat inilah aku mulai merangkai kata untuk menuangkan sedikit kegelisahan yang terus membuatku gundah. Sebuah pertanyaan yang terus mengalir menuntut jawaban dariku, namun aku selalu menghindar dan lari, takut tidak mampu menjawab dengan semestinya. Begitulah perasaanku yang selalu dikejar-kejar oleh bayangan semu yang meminta penjelasan singkat tentang arah hidupku yang mulai goyah mencari makna sejati kehidupan. Bayangan itu gelap, namun seakan aku kenal pasti siapa dia. Setelah sedikit sinar datang dari sudut hati, semakin jelas dan yakin, bayangan itu adalah diriku yang sedang bingung dicerca perbagai pertanyaan masa depan yang masih jauh dan gamang dihiasi fatamorgana dan janji-janji semu. Memang hidup itu rumit dengan berbagai cabang yang gelap dan susah diraba. Disana ada jurang-jurang yang siap menahan mereka yang lalai dan lupa bawa penerang dalam usahanya meraih kesuksesan diujung waktu. Dalam kegamangan batin yang sangat itulah aku mencoba merangkai kembali obor hidupku yang telah redup dimakan rintik air mata yang terus menetes buah dari kekecewaanku. Dengan kesabaranku yang mulai usang, obor itu mulai terangkai dan bersinar untuk menerangi jalanku yang remang-remang nyaris gelap. Kini langkahku mantap dengan obor yang kecil menyusuri kehidupanku. Memang disana, diujung usiaku masih tersimpan sejuta misteri. Namun aku akan tetap berjalan menyusuri takdirku, mencari jawaban hidupku. Jalanku telah terhampar dan tidak akan pernah dilalui siapapun kecuali telapak kakiku, tidak akan ada manusia lain yang melaluinya. Keyakinan itulah bekalku saat ini, mengharapkan seorang teman yang bersedia menemaniku dalam meyusuri jalan kehidupan ini, yang selalu setia dalam keadaan suka dan duka. Seorang teman yang terus membantuku menemukan kehidupanku diujung masa, dengan segala kerendahan hatinya ia memberikan nasehat berharga menentang kesulitan yang tersebar disepanjang jalan. Dengan kesetiaanya tanpa terbersit kata khianat melihat gemerlap dunia yang menghiasi dalam setiap persinggahan jalan panjang ini. Sungguh bebanku seakan berkurang separuh dari yang seharusnya aku pikul. Alangkah bahagianya jika teman hidupku akan segera datang diusiaku yang sedang rapuh menghadapi cobaan hidupku, kegamangan yang terus bertambah dari waktu yang terus bergerak maju. Walaupun sekarang masih jauh, tapi aku yakin engkau akan datang kepadaku. Teman hidupku yang selalu menghiasi hari-hariku.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: