Air kehidupanku

Di saat semuanya membayang indah dalam sederet angan yang melenakan. Kita seharusnya ingat bahwa kenyataan itu lebih susah diterka dibanding rencana-rencana manusia. Semua kenyataan harus bertarung dalam sebuah takdir yang telah tergariskan dalam setiap nafas kehidupan ini. Semua angan boleh ditampakkan, setiap harapan masih diperkenankan untuk dirajut dalam sela-sela waktu yang ada dan cita-cita tidak dilarang untuk ditinggikan sejauh-jauhnya. Namun kita harus ingat bahwa semua itu ada bingkai yang membatasinya untuk bergerak liar tanpa kendali. Bingkai itu teramat kokoh untuk sekedar ditembus oleh ambisi manusia yang serakah akan kemewahan. Bingkai yang akan memberikan kita kesadaran penuh bahwa kita ini manusia biasa dan berperan sebagai pelaku dari skenario yang telah terhampar di dunia. Sebuah babak dan episode yang terus bersambung menyusun sejarah kehidupan.
Kita adalah pemain yang terus bergerak menyambut setiap babak yang akan dimainkan oleh sang pembuat kehidupan ini. Setiap hari kita akan dihadapkan pada sebuah tantangan yang hadir silih berganti, membuat tegar bagi yang lemah, membuat berani bagi sang penakut. Tantangan itu kadang hadir menggunung bak tembok besar yang melintang, perlu nyali yang lebih untuk sekedar menatapnya dengan penuh wibawa. Tidak sedikit yang menyerah kalah dan mengkerut dalam benaman kepasrahan. Mereka telah kalah sebelum bertanding, bahkan menjadi pengecut yang lari menjauh dari rintangan untuk mencari padang datar tanpa pendakian yang terjal. Selamanya tubuh mereka kecil karena otot dan badannya tidak terlatih dalam kerja keras perjuangan. Mereka menjadi orang kerdil dan otot mereka melemah dari waktu kewaktu. Tapi mereka bangga dan merasa asyik dengan kondisinya. Begitulah mereka dengan kondisinya akan terus mengalir dalam kehidupannya ibarat air yang mencari ladang datar dan segera bergegas menuruni lahan landai dan turunan yang terkadang menjebaknya untuk terus menghuni lahan terendah tanpa punya kemampuan lagi untuk naik ke permukaan. Mereka terus disitu berdiam diri dalam suasana kepasrahan hingga membusuk dan berubah jadi sarang berbagai penyakit dan kotoran. Mereka enggan dan tidak ingin melonjak naik ke atas karena itu adalah sesuatu yang mustahil untuk dilakukan. Mereka binasa dalam kubangan besar yang terus menjadi penjara akan semua keinginan dan harapan.
Mereka butuh sebuah timba yang akan mengangkatnya keatas untuk melihat kembali lahan tinggi yang membanggakan. Disana mereka akan melihat suasana dan kondisi yang teramat berbeda ketika mereka terperosok dalam kubangan kepasrahan. Kini setelah naik tinggi, air kembali punya daya yang mampu meyalakan lampu. Mereka punya penerang dan harapan baru untuk kembali menapaki hidup ini dan menyelesaikan episode yang terus berjalan hingga akhirnya sampai pada akhir yang mengharukan.

Satu Tanggapan

  1. Kisah air, sebenarnya adalah kisah yang heroik

    Sampeyan batu sih jadi mudah dipecah
    sampeyan besi, jadi gampang dipatahkan
    mestinya sampeyan lentur
    Maka berubahlah menjadi air

    air tak bisa ditusuk,
    air tak bisa dilukai,
    air tak bisa dipecah
    air menghibur api
    ia menguap, tapi kemudian cair kembali

    Tapi kalau kemudian air dibendung
    cobalah ia menjelma jadi udara
    dan kalau kemudian ia disaring
    jadilah gelombang

    Sesungguhnya perjalanan kita, manusia
    jika dimaknai, disikapi, dicari hikmah dan ibrohnya dengan benar
    Insyaallah kebahagiaan dapat diraih…
    Wallahu ‘alam

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: